WONOSOBO (17 Juni 2017) - Pencairan dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) rupanya begitu dinantikan masyarakat. Terlebih, jelang tahun ajaran baru, mereka dihadapkan dengan banyaknya kebutuhan sekolah anak.

Seperti diungkapkan Misriyah (38) warga Garung, Wonosobo. Dikatakan, dana bansos yang baru saja diterimanya akan digunakan untuk membeli seragam sekolah anak dan tas.

"Baju dua anak saya sudah kumal, sudah hampir dua tahun bajunya tidak ganti-ganti. Sempat robek juga tapi masih bisa dijahit," ungkapnya disela-sela pencairan PKH di Pendopo Bupati Wonosobo, Sabtu (17/6).

Menurutnya, membeli seragam sekolah setiap kali tahun ajaran baru sangatlah tidak mungkin. Mengingat penghasilan suaminya sebagai buruh tani kentang tidaklah seberapa.

"Paling bawa uang Rp20.000 setiap harinya. Kadang juga tidak bawa sama sekali. Namanya juga buruh tani," imbuhnya.

Senada, Dariyah (39) menuturkan, semua dana bantuan yang diperolehnya untuk membeli keperluan sekolah anak seperti buku tulis, alat tulis, tas, sepatu, dan seragam.

"Terus terang saya sudah menunggu-nunggu uang PKH cair," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan agar dana bantuan sosial tidak digunakan untuk perilaku konsumtif. Hal tersebut disampaikan Presiden saat pencairan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan di Pendopo Bupati Wonosobo, Sabtu (17/6). Turut hadir mendampingi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek,  Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

"Disini saya sampaikan kembali, jangan pakai uang bansos ini untuk beli pulsa dan rokok ya. Tapi untuk pendidikan dan kebutuhan sekolah anak. Bisa juga untuk tambahan modal usaha," ujarnya.

Sebaliknya, Presiden meminta masyarakat penerima bantuan membiasakan perilaku menabung. Apalagi saat ini bansos disalurkan secara non tunai dan semua penerima bantuan memiliki rekening tabungan bank.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannnya, menjelaskan, program PKH adalah salah satu upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat miskin. Tidak sekedar keluar dari jurang kemiskinan, namun juga lebih mandiri dan berdaya. Saat ini, PKH menjadi program paling efektif dan ampuh mengatasi persoalan kemiskinan di Indonesia.

"Saya berharap, pencairan tahap kedua ini bisa meringankan beban ibu-ibu semua. Apalagi tidak lama lagi masuk tahun ajaran baru," tuturnya.

Diterangkan Khofifah, di Kabupaten Wonosobo sedikitnya terdapat 35.646 keluarga yang menjadi penerima manfaat PKH. Kementerian Sosial sendiri menggelontorkan dana bansos sejumlah Rp172,9 miliar untuk Kabupaten Wonosobo. Selain PKH, bansos tersebut terdiri dari beras sejahtera (Rastra) dan bansos disabilitas. (*)

 

Biro Hubungan Masyarakat

Kementerian Sosial RI

Tanggal Posting: 
Minggu, 18 Juni, 2017 - 23:00
Kategori: 
Penulis: 
tuti