Kemensos Berikan Santunan dan Terapi Psikosial
 
Tasikmalaya (8 Juli 2017) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi korban pembunuhan sadis disertai kekerasan seksual yang terjadi pada Jumat (30/6) di Sungai Ciloseh Kampung Dalem RT 01 RW 05 Kelurahan Sukaasih Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.
 
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang anak perempuan berinisial DP (10) tewas di tempat kejadian. Satu korban selamat yang dijenguk Mensos adalah ID (11). Ia kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dr. Sukarjo Tasikmalaya akibat luka cukup  berat pada kepala, leher dan dada, luka bacok pada kedua paha, serta luka jari kiri.
 
"Kondisi ananda ID mulai membaik. Menurut dokter yang nerawatnya  mungkin dalam 4--5 hari bisa kembali ke rumah tapi terapi psikososialnya harus terus dilakukan dan Kemensos akan terus memonitor," kata Khofifah kepada media usai menjenguk korban di RS dr. Sukarjo, Sabtu petang. 
 
Mensos bersama rombongan tiba di Tasikmalaya sekira pukul 14.30 WIB langsung menuju kediaman keluarga DP. Kedatangan Mensos disambut ayah dan ibu dari almarhumah DP yang tengah hamil tua. 
 
Duduk di lantai beralaskan kasur tipis di ruang tamu, Mensos menyalami dan memeluk sang ibu. Air matanya terus mengalir dan tangannya bergetar saat Mensos memimpin doa bersama untuk DP.
 
"Atas nama pemerintah saya menyampaikan rasa duka sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda tercinta, semoga ananda khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran atas ujian yang sangat berat ini," ujar Mensos kepada keluarga DP. 
 
Selain menyampaikan ungkapan duka, Mensos juga menyerahkan santunan kematian sebesar Rp15 juta serta sembako dan beberapa jenis barang bantuan lainnya. 
 
Setelah 20 menit di rumah duka, Mensos melakukan ziarah ke makam DP didampingi  kedua kakak DP.
 
Sepanjang jalan warga tampak memenuhi jalanan kampung menyambut kehadiran perempuan nomor satu di Kementerian Sosial ini. 
 
"Mohon dibacakan Al Fatihah ya untuk ananda DP. Kita semua doakan agar keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan," tutur Mensos kepada warga yang berjubel berebut bersalaman. 
 
Hujan rintik mewarnai perjalanan Mensos menuju makam. Tanpa berpayung, ia terus berjalan menuju makam yang berjarak sekira 500 meter dari kediaman DP.
 
Dari makam, rombongan bergerak menuju Rumah Sakit dr. Sukarjo. Kedatangan Mensos disambut senyum ananda ID. Kepalanya berbalut perban, nenek dan pamannya tampak menemani. Sementara ibunya tak terlihat karena masih bekerja sebagai TKW di Arab Saudi dan bapaknya telah meninggalkan rumah dan tidak pernah kembali lagi. 
 
"Bagaimana keadaanmu nak. Lekas pulih ya. Ibu bawakan boneka dan buku cerita kesukaanmu. Semoga kamu suka ya, nak," tutur Khofifah. 
 
Mensos mengungkapkan berdasarkan data dan informasi yang dihimpun tim Sakti Peksos Kementerian Sosial, peristiwa yang menimpa kedua bocah perempuan ini berawal dari rasa benci dan dendam pelaku RA (15) yang sering diejek oleh paman DP. 
 
Karena pelaku masih berusia anak, maka Kemensos akan memberikan pendampingan dan terapi psikososial. Kepada aparat kepolisian, Mensos juga meminta agar pelaku tidak dibawa ke lembaga pemasyarakatan dewasa. 
 
"Saya meminta agar nantinya setelah putusan pengadilan pelaku dibawa ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dimana di tempat tersebut dapat dilakukan rehabilitasi sosial kepada pelaku," tambahnya. 
 
Di akhir kunjungannya ke Tasikmalaya, Mensos mengunjungi pelaku yang saat ini berada di Mapolresta Tasikmalaya. Kepada pelaku, Mensos menasihati agar rajin salat. 
 
"Saya berharap kita jadikan peristiwa ini sebagai peringatan bagi kita semua untuk memperkuat ketahanan  keluarga, curahkan kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak kita agar tidak terjadi seperti pada pelaku RA," tutup Mensos. 
 
Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Sosial

 

Tanggal Posting: 
Sabtu, 8 Juli, 2017 - 17:15
Kategori: 
Penulis: 
desy