Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung adalah perguruan tinggi tertua dan pelopor pendidikan pekerjaan sosial di Indonesia. Sejak tahun 1964, STKS Bandung konsisten menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan pekerjaan sosial. Memasuki usia 51 tahun, STKS semakin memperkuat pengembangan pekerjaan sosial Indonesia. Gagasan, pembelajaran dan praktik pekerjaan sosial yang sudah mengakar selama puluhan tahun di lembaga ini menjadi bekal untuk terus menerus menggali dan mengembangkan akar Indonesia dalam pekerjaan sosial. Pada dasarnya pekerjaan sosial tidak mungkin terisolasi dari konteksnya, termasuk perkembangan sejarah, sosial, politik dan ekonomi yang terjadi. Pekerjaan sosial perlu tumbuh dan berkembang untuk dan bersama masyarakat dimana ia berakar. Kurang lebih tersisa waktu empat tahun untuk mencapai visi STKS Bandung yaitu, “Pada tahun 2020 menjadi Pusat Pengembangan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia.” Karena itu arah rencana strategis STKS 2015 – 2019 juga memastikan upaya untuk mencapainya.

Di sisi lain, STKS adalah bagian dari konteks global. Pengembangan Pekerjaan Sosial Indonesia tidak menghentikan eksplorasi pekerjaan sosial di lingkup internasional. Untuk memajukan pendidikan pekerjaan sosial, STKS bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan pekerjaan sosial di Luar Negeri. STKS juga mendorong civitas akademika untuk berpartisipasi dalam berbagai koferensi, seminar serta publikasi internasional.  Dengan demikian, saya berharap agar STKS tidak hanya tumbuh dan memiliki nama di kalangan sendiri tetapi juga berkibar di lingkungan internasional.

Buku Profil ini memberikan gambaran ringkas tentang kelembagaan STKS serta Program Studi (Prodi) yang diselenggarakan STKS yaitu Prodi Diploma IV Pekerjaan Sosial dan Prodi Spesialis-1 Pekerjaan Sosial. Khusus untuk Prodi Spesialis-1, mulai tahun 2015, STKS menawarkan enam Spesialisasi yaitu Pekerjaan Sosial Pelayanan Anak, Pekerjaan Sosial Pelayanan Kemiskinan, Pekerjaan Sosial Pelayanan Medis, Pekerjaan Sosial Pelayanan Bencana, Pekerjaan Sosial Bidang Narkotika dan Pekerjaan Sosial Pelayanan Penyandang Cacat. Kami berharap pengembangan Prodi tersebut akan semakin memenuhi kebutuhan penanganan masalah sosial yang semakin spesifik dan kompleks.

Akhir kata, saya menegaskan bahwa STKS Bandung adalah pilihan yang tepat untuk belajar Pekerjaan Sosial dan mendapatkan profesionalitas Pekerjaan Sosial. Selamat menempuh pendidikan pekerjaan sosial di STKS Bandung.

 

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN STKS BANDUNG

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung berdiri sejak tahun 1964 sebagai peningkatan dari Kursus Kejuruan Sosial Tingkat Tinggi (KKST) berdasarkan Surat Keputusan  Menteri Sosial RI  Nomor Pbs. 1-5-4/5980 tanggal 20 Desember 1964 untuk menyelenggarakan pendidikan Sarjana Muda Lengkap. KKST berjangka waktu  pendidikan selama dua tahun, yang sebelumnya berbentuk Kursus Dinas Sosial A (KDSA) dan didirikan tahun 1957 dan  berjangka waktu  pendidikan selama 1 (satu) tahun.

Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan  Menteri Sosial RI  Nomor PTS.1-1-22/1975 tanggal 15 Juli 1966 penyelenggaraan pendidikan Sarjana Muda Lengkap ditingkatkan menjadi pendidikan Sarjana Lengkap dengan gelar Sarjana Kesejahteraan Sosial.

Pada tahun 1985 STKS Bandung selain menyelenggarakan  pendidikan jenjang S-1 juga menyelenggarakan jenjang Diploma-III, kemudian jenjang program pendidikan Diploma-IV Pekerjaan Sosial dimulai sejak tahun akademik 1989/1990 sebagaimana yang diatur dengan Keputusan Menteri Sosial Nomor 25/HUK/1991 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pendidikan Ahli Pekerjaan Sosial (PAPS) / STKS di Bandung. Berdasarkan persetujuan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional No.855/D/T/2000 tanggal 13 April 2000, STKS membuka Program Studi Pengembangan Sosial Masyarakat dan Rehabilitasi Sosial.

Keberadaan STKS Bandung diperkuat dengan Keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 2001 tanggal 18 Januari 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung.  Adapun Organisasi dan Tata Kerja STKS Bandung dikukuhkan dengan Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 08 Tahun 2013, dan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor: 51/HUK/2006 tentang Statuta STKS Bandung.

Disamping itu, berdasarkan Surat Persetujuan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI Nomor: 15/D/T/05 tanggal 10 Januari 2005, mulai Tahun Akademik 2006/2007 Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung menyelenggarakan Program Studi Spesialis-1 (Sp-1) Pekerjaan Sosial. Program ini meliputi dua konsentrasi yaitu Konsentrasi Pekerjaan Sosial Klinis dan Konsentrasi Pekerjaan Sosial Komunitas.

Mulai tahun 2015 dua konsentrasi dan spesialisasi tersebut terintegrasi menjadi enam Program Studi yaitu:

  1. Pekerjaan Sosial Pelayanan Anak
  2. Pekerjaan Sosial Pelayanan Kemiskinan
  3. Pekerjaan Sosial Pelayanan Medis
  4. Pekerjaan Sosial Pelayanan Bencana
  5. Pekerjaan Sosial Bidang Narkotika
  6. Pekerjaan Sosial Pelayanan Penyandang Cacat

 

VISI, MISI DAN TUJUAN STKS BANDUNG

VISI

Pada tahun 2020 Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung menjadi Pusat Pengembangan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia.

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran Pekerjaan Sosial Indonesia yang profesional dan unggul melalui Pendidikan Vokasi, Profesi dan Spesialis.
  2. Menyelenggarakan penelitian pekerjaan sosial unggulan yang berkontribusi terhadap pendidikan pekerjaan sosial Indonesia, kebijakan dan program kesejahteraan sosial.
  3.  Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  4. Mengembangkan kerja sama dalam dan luar negeri untuk mewujudkan tridharma perguruan tinggi yang berkualitas.
  5. Meningkatkan kualitas manajemen penyelenggaraan pendidikan

 

TUJUAN

  1. Tersedianya lulusan Pekerjaan Sosial yang memiliki kompetensi sebagai sarjana terapan Pekerjaan Sosial, Profesi Pekerja Sosial, dan Spesialis 1 Pekerjaan Sosial.
  2. Tersedianya hasil-hasil penelitian Pekerjaan Sosial yang diselengggarakan oleh sivitas akademika untuk mengembangkan pendidikan dan praktek Pekerjaan Sosial Indonesia. 
  3. Terwujudnya kontribusi sivitas akademika dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat melalui pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.  
  4. Terwujudnya jejaring kerja sama di dalam dan luar negeri yang memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan praktek Pekerjaan Sosial Indonesia.
  5. Meningkatnya penyelenggaraan pelayanan pendidikan dari sisi kualitas, akurasi dan kecepatan.

 

DOSEN, TENAGA KEPENDIDIKAN DAN MAHASISWA

STKS Bandung didukung oleh dosen dan tenaga kependidikan yang kompeten berjumlah 150 orang.

DOSEN

Dosen STKS Bandung terdiri dari dosen tetap sebanyak 67 orang dan dosen tidak tetap yang berasal dari luar STKS Bandung sebanyak 22 orang. Kualifikasi pendidikan dosen tetap STKS Bandung 41 orang berpendidikan S-2 dan 26 orang berpendidikan S-3 dari berbagai Perguruan Tinggi di dalam dan luar negeri.

Dosen tetap STKS Bandung telah tersertifikasi seluruhnya sebagai dosen profesional di bidang pekerjaan sosial dan ilmu sosial lainnya. Selain itu, 65 dosen STKS Bandung telah tersertifikasi sebagai pekerja sosial profesional oleh Lembaga Sertifikasi Pekerja Sosial Indonesia.

ALAMAT: Jalan Ir. H.Djuanda No.367, Dago, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40135, Indonesia

Alamat website: stks.kemsos.go.id