MARI KITA MAJU BERSAMA-SAMA
-----------------------------------------------------------------------------------
Dipublikasi pada Rabu, 21 September 2016 by edhi_prabawa
-----------------------------------------------------------------------------------
 
 Oleh: Edhi Prabawa
 
Peringatan ulang tahun lembaga berkaitan dengan eksistensi lembaga tersebut dalam kiprahnya di masyarakat. Terlebih dari pada itu, peringatan yang melebihi angka 100 merupakan moment yang sangat monumental. Tidak aneh jika peringatan Hari Ulang Tahun Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung yang ke-112 dirayakan dengan berbagai rangkaian acara, dalam batas-batas kesederhanaan namun tetap meriah dan semangat. Ada donor darah,  anjangsana ke purnakarya, penyusunan tonggak sejarah, pelepasan balon udara berhadiah, dan lan sebagainya. 
 
 
Sedangkan acara puncaknya, dilaksanakan pada hari ini, Rabu, tanggal 21 September 2016. Acara yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Rehabiliasi Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia ini, menghadirkan seluruh pegawai, purnakaryawan, dan perwakilan dari instansi terkait. 
 
Dalam laporannya, Kepala BBRSBG, Dra. Murhardjani, MP, menyampaikan bahwa tugas dan fungsi BBRSBG ialah memberikan pelayanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas intelektual dengan lingkup nasional. Pelayanan yang diberikan antara lain kegiatan bimbingan sosial bimbingan mental psikologis, bimbinan ketrampilan, yang hasilnya telah disajikan kepada Dirjen dan hadirin berupa atraksi drum band, kuda lumping, chicken dance oleh para PM penyandang disabilitas intelektual. Tari chicken dance ditampilkan oleh para PM dengan program C, yang diberikan materi bantu diri dan pekerjaan kerumahtanggaan.  Kepala BBRSBG melaporkan, jumlah PM berbasis institusi ada 150 orang berasal dari 7 provinsi (Jateng, Jabar, Jatim, DIY, Kalsel, Kaltim, dan Sulsel. Sedangkan yang berbasis non-institusi terdiri dari:
 
Program daycare (tidak menginap) bagi PM yang  berasal dari sekitar Kab. Temanggung
Program penjangkauan: 
Rehabilitasi Sosial Berbasis Keluarga berjumlah 360 orang dari 9 Kabupaten di Jawa Tengah yaitu Pemalang, Kudus, Demak,  Semarang, Kendal, Pekalongan, Pati, Blora, dan Rembang, 
 
Kampung Peduli (penyandang disabilita inklusi):  yang berupaya memberdayakan PM yang ada di masyarakat dan menciptakan lingkungan yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Berjumlah 118 orang dari Gunung Kidul (DIY), Purworejo dan Semarang (Jateng), Magetan dan  Ponorogo (Jatim).
 
Selain itu, petugas dari BBRSBG juga berkiprah sebagai konsultan tentang penyandang disabilitas intelektual dalm Tim Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. 
 
Program-program tersebut mendapat dukungan SDM yang  dimiliki BBRSBG sejumlah 129 orang dengan perincian:
 
Jabatan Fungsional Tertentu berjumlah 51 orang terdiri dari :
Pekerja Sosial = 38 orang
Penyuluh Sosial = 4 orang
Pranata Komputer = 2 orang
Arsiparis = 1 orang
Psikoterapis =  1 orang
Okupasi Terapis = 2 orang
Perawat = 2 orang
Jabatan Fungsional Umum berjumlah 61 orang
Pejabat struktural = 17 orang
Prestasi yang sudah diraih oleh BBRSBG:
Piagam Citra Pelayanan Prima Tingkat Madya tahun 2011
Sertifikat Manajemen Mutu ISO dari UKAS (England)
Top 99 Inovasi Pelayanan Publik
Top 25 Inovasi Pelayanan Publik (tahun 2015) dari Kemenpan RB
BBRSBG mempunyai visi, yaitu menjadi lembaga terdepan dalam pelayanan rehabiltiasi bagi penyandang disabilitas intelektual, artinya unggul dalam memberikan kualitas pelayanan, profesioanal, memiliki kompetensi, dan dedikasi yang tinggi.
 
Bu Mur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bp. Drs. Waluyo, seorang purnakarya BBRSBG, yang masih berkenan untuk mengawal BBRSBG dalam memberikan pelayanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas intelektual.
 
Tarian Batik Ciprat oleh PM tampil di sela-sela acara. Batik ciprat merupakan salah satu produk unggulan dalam ekonopi produktif PM BBRSBG.
 
Berikutnya ialah penayangan film sejarah singkat BBRSBG dengan narasi sebagi berikut:
Awal berdiri (1904-1915) yaitu dengan dipindahkannya penghuni panti asuhan yang merupakan penyandang disabilitas, tepatnya pada tanggal 15 September 1904. Tanggal ini dijadikan hari jadi BBRSBG.
 
Tanggal 1 Januari 1911 Grafstaal mendirikan rumah perawatan lembek ingatan di gedung kantil, yang sekarang menjadi SMK Dokter Sutomo, Temanggung
 
Tahun 1914 rumah perawatan dipindah ke Jalan Tembarak yang sekarang menjadi Jl. Kartini. Lokasi ini merupakan lokasi BBRSBG sekarang ini.
1942 – 1945 (masa pendudukan Jepang) diambil alih oleh Jepang berganti nama menjadi “Rumah Lembek Ingatan”.
 
1950 berganti nama menjadi “Panti Asuhan Lembek Ingatan”.
1954 didirikan tugu peringatan 50 tahun oleh Wakil Sekretris Jenderal Depsos, Prof. Mr. Soemantri Praptokusumo.
 
Tahun 1956 terjadi perubahan fungsi dari “Panti Asuhan Lemah Ingatan”  menjadi “Panti Guna Wisma Dharma”. 
Tahun 1960, pelayanan hanya dibatasi bagi para penyandang disabilitas sedang dan ringan.
 
Tahun 1965 menjadi proyek percontohan rehabilitasi penderita cacat mental dan terjadi perubahan konsep dari pengasuhan menjadi rehabilitasi.
 
Tahun 1972, menerima kunjungan Menteri Sosial RI dan Menteri Kebajikan Malaysia
 
Tahun 1974 – 1992, mengalami beberapa kali perubahan nama hingga tersusunnya Pedoman Operasional sebagai dasar dalam memberikan pelayanan dan rehabilitasi.
 
1994 – 2001 perubahan nama dan perubahan pimpinan, serta adanya kerjasama dengan JICA (Jepang) dengan mendirikan Workshop untuk pelatihan ekonomi produktif.
 
2007 – 2010, perintisan dan uji coba model pelayanan rehabilitasi sosial berbasis keluarga, yang didalam pelayanannya melibatkan peran aktif keluarga dan masyarakat sekitar.
 
2011: mendapat Piagam Citra Pelayanan Prima Tingkat Madya
2012 – 2013: menerima sertifikat ISO 9001-2008 dan perubahan kurikulum bimbingan program A, B, dan C.
 
2014 memperoleh penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik dari KEMENPAN-RB
 
2015 : 
memperoleh penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik dari KEMENPAN-RB
dirintis dan dikembangkan program Rehabilitasi berbasis komunitas Kampung Peduli.
Acara berikutnya, ialah Sekilas Pengalaman yang disampaikan salah seorang purnakarya, yaitu Bp. Drs. Waluyo. Salah satu yang patut diberikan tekanan ialah, pada tahun 1981 resmi berdiri organisasi orang tua / wali PM BBRSBG. Sepuluh tahun kemudian, organisasi serupa wajib ada pada setiap panti/balai pelayanan rehabilitasi sosial.
 
Setelah acara doa, sampailah pada acara puncak, yaitu acara pembinaan dan sambutan oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Ri, Dr. Marjuki, M.Sc. Pembinaan ini mengambil  tema “Melalui Kegiatan Pembinaan Pegawai dan Peringatan HUT BBRSBG Kartini Temanggung Ke-112 Tahun 2016 Kita Tingkatkan Pelayanan Rehbilitasi Sosial Bagi Penyandang Disabilitas Bagi Penyandang Disabilitas Intelektual Dalam Rangka Menuju Kemandirian” Beliau sangat mengapresiasi prestasi yang ditorehkan oleh BBRSBG. Pesannya, agar hal itu dipertahankan. Oleh karena mempertahankan lebih sulit. Lebih sulit lagi ialah meningkatkan prestasi tersebut. Ada beberapa cara untuk itu, antara lain dengan meningkatkan SDM, baik dari segi kapasitas maupun kemampuannya. Bisa dengan melalui pendidikan dan pelatihan, maupun on-job training. Kemudian, berkaitan juga  dengan anggaran. Kondisi anggaran pemerintah yang kurang bagus, yang kemungkinan akan ada penghematan anggaran jilid 3, akan berdampak pada fungsi-fungsi pelayanan. Pesannya, agar hal ini jangan mengurangi fungsi-fungsi pelayanan UPT.  Hal ini akan diperjuangan oleh direktorat jenderal. Berikutnya ialah kemitraan.  Beliau terkesan dengan adanya batik ciprat. Hal ini perlu dikembangkan pemasaran, hak cipta, dll. Pelayanan yang perlu dikembangkan, antara lain motivasi dan diagnosa sosial. Juga, bagaimana vokasional PM, kewirausahaannya dalam masyarakat. Bagaimana aksesibilitas PM dalam masyarakat. Tentu, pembimbingan PM ini perlu kesabaran.  Beliau menyampaikan bahwa prestasi-prestasi tersebut berhasil diraih atas kontribusi dari seluruh jajaran yang ada di BBRSBG. Tanpa itu, semua tak akan bisa diraih. Oleh karenanya diharapkan dukungan dari semua pihak untuk dapat dipertahankan bahkan ditingkatkannya prestasi-prestasi tersebut.  Tantangan ke depan makin berat. Ada wacana bahwa balai besar ini akan diambil alih oleh Pemda. Akan tetapi hal ini masih dipending. Ada beberapa kekhawatiran. Akan tetapi saat ini masih diperjuangkan. Kalaupun harus terjadi, akan diupayakan alternatif terbaik yang tidak mengorbankan kita semua. Mengakhiri uraiannya, beliau menyampaikan, “Selamat ulang tahun yang ke-112, semoga kita semuanya sehat selalu, diberikan perlindungan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, diberikan kesehatan, kecerdasan berfikir, kematangan emosional, semuanya bisa bekerja membantu pimpinan di sini dan maju bersama-sama.