Tirawuta, (9/9/2017); Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Ulu Iwoi Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara kemarin (7/9/2017) diwarnai dengan pertunjukan kesenian daerah.

Kesenian daerah yang dipertontonkan yakni tarian rakyat Lulo, serta tarian - tarian tradisional khas Sulawesi Tenggara lainnya.

Bupati Kolaka Timur, Tony Herbiansyah dalam sambutannya mengungkapkan, pembentukan kampung siaga bencana kali ini memang sengaja diselenggarakan dengan merakyat agar pesan dalam kegiatan ini dapat di internalisasi oleh masyarakat sekaligus membuat semuanya larut dalam kegembiraan.

“Pembentukan kampung siaga bencana kita lakukan dengan konsep pesta rakyat secara massal dengan mempertunjukkan kesenian khas daerah serta permainan tradisional sebagai simbol kedekatan penyampaian program pemerintah kepada rakyat,” kata Tony dalam sambutannya.

Esok harinya, Jumat (8/9/2017) dilakukan kegiatan apel siaga bencana dan gelar simulasi kampung siaga bencana bertempat di Lapangan Kecamatan Iwoi yang dihadiri oleh 60 orang tim kampung siaga bencana, 45 orang Taruna Siaga Bencana dan 1.000 masyarakat yang turut menyaksikan acara tersebut.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) - Kemensos RI, Adhy Karyono menyambut baik rangkaian kegiatan kampung siaga bencana yang dibalut dengan konsep nilai - nilai kearifan lokal.

"Saya berterimakasih atas dukungan dan kesungguhan Pemerintah Daerah Kolaka Timur dalam kegiatan pengurangan resiko bencana di wilayahnya yang memiliki potensi longsor dan banjir, apalagi konsepnya merakyat dengan tarian khas. Saya juga mengapresiasi dengan adanya alokasi tambahan instentif Tagana sebesar 500 ribu rupiah serta rencana penambahan personil Tagana di Kolaka Timur". Ujar Adhy.

Dalam kegiatan apel siaga bencana tersebut, Adhy juga mengukuhkan Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Timur sebagai pembina Tagana wilayah dan menyerahkan bantuan untuk lumbung sosial. (PSKBA/Linjamsos)

Penulis Berita: 
Dika
Fotografer: 
Dika