Bandung (2/9) - Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu merupakan salah satu program prioritas Pemerintah saat ini yang diwujudkan salah satunya melalui Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH), satu hari pasca Hari Raya Idul Adha, tepatnya Sabtu (2/9) di Sekolah Tiggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung melalui kegiatan "Bimbingan Teknis Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai PKH yang dihadiri oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, Pimpinan Bank BNI Wilayah Bandung, Pejabat Eselon II di lingkungan Kemensos RI, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan Dinas Sosial Kota Bandung.

PKH sudah berjalan sejak tahun  2007 untuk wilayah Jawa Barat, dan di kota Bandung sendiri sejak tahun 2013 sudah memberikan bantuan sosial kepada sebanyak 22.469 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan jumlah 128 milyar.

"Ibu-ibu uang PKH ini jangan digunakan untuk beli rokok dan beli pulsa ya, uang ini dipakai untuk pendidikan dan kesehatan, dan juga modal usaha kalau uang sekolah dan kesehatan sudah terpenuhi" ujar Harry Hikmat didepan 500 penerima PKH dari kelurahan dan kecamatan Coblong Bandung.

Tahun 2018 akan ada peningkatan dan perluasan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dari 6 juta menjadi 10 juta KPM, hal ini diperlukan tambahan pendamping PKH sebanyak 18.000 kemudian, Harry berharap agar mahasiswa siap menjadi pendamping PKH. Melalui pendamping ini nantinya diharapkan seluruh Penerima PKH harus mengikuti FDS yaitu Family Development Seasion, "Karena disinilah kami menganggap penting untuk direkrutnya Supervisor berbasis pendidikan Pekerja Sosial dan dimohon kerjasamanya agar muncul kemandirian dari para Ibu-ibu KPM PKH" tutup Harry Hikmat. (OHH/LJS)

Penulis Berita: 
Kirana
Fotografer: 
Kirana