Wonosobo, 17/6/2017. Presiden Joko Widodo melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah selama 3 hari dari tanggal 15-17 Juni 2017, Salah satu agenda kunjungan adalah menemui 4 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mendistribusikan bantuan yang dilaksanakan di lapangan Tugu, Kroya, Kabupaten Cilacap, alun-alun Banyumas Lama, Kabupaten Banyumas. alun-alun Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, dan di Pendopo Bupati Kabupaten Wonosobo.
 
Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Anfasa Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
 
Pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 1.890.000 yang dapat diambil dalam empat tahap. Bantuan PKH yang sudah dicairkan diharapkan hanya digunakan untuk memenuhi keperluan pendidikan dan peningkatan ekonomi serta tambahan gizi keluarga, tidak untuk dibelikan rokok. ”Tdak boleh, tidak boleh, tetap tidak boleh. Dijelaskan kepada suami, pak, mboten angsal, mboten pikantuk niki, niki kangge anake dewe, kangge sekolah, kangge nambah gizi anak (pak, tidak boleh, tidak boleh ini, ini untuk anak kita, buat sekolah, buat menambah gizi anak),” tutur Presiden di hadapan KPM PKH di Alun-alun Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap Kamis, (15/6/2017).
 
Mulai tahun 2017, bantuan sosial PKH disalurkan dengan mekanisme non tunai bekerja sama dengan Himpunan Bank Negara yang disingkat Himbara. Khofifah berkesempatan memantau langsung proses pencairan bantuan PKH di kabupaten Cilacap yang disalurkan melalui bank BNI. Dengan bantuan Sosial PKH diharapkan ibu-ibu yang saat ini sedang hamil dapat memeriksakan kehamilannya secara rutin dan terpenuhi gizinya sehingga melahirkan anak yang sehat dan cerdas. “Mudah-mudahan anaknya sehat dan cerdas ya bu” sapa Khofifah kepada salah satu peserta PKH yang sedang hamil saat mencairkan bantuan di agen mitra Bank BNI.
 
Di hadapan 1.000 penerima bantuan PKH Kabupaten Banjarnegara, Jokowi mengharapkan agar bantuan yang dicairkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Itu di dalam kartu ada dana Rp 1.890.000. Hari ini sudah bisa diambil Rp 500 ribu. Dipakai untuk apa? Untuk hal-hal yang berkaitan dengan sekolah anak, pendidikan, bisa juga dipakai untuk tambahan gizi anak, atau tambahan modal kecil-kecilan,” tegas Presiden menjelaskan penggunaan Kartu Keluarga Sejahtera yang sekaligus berfungsi sebagai ATM di alun-alun Banjarnegara (16/6/2017). (LJS)
 
Penulis Berita: 
OHH Linjamsos
Fotografer: 
OHH Linjamsos