Yogyakarta (7/9) - Program Keluarga Harapan (PKH) mulai diluncurkan tahun 2007 dengan cakupan kepesertaan sebanyak 500.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dari tahun ke tahun cakupan PKH terus meningkat. Era Pemerintahan Jokowi – JK merupakan era peningkatan cakupan PKH dengan lonjakan cukup tinggi, Tahun 2016, diawal pemerintahan Jokowi – JK, cakupan PKH menjadi 6 juta KPM, naik sebanyak 2,5 juta KPM dari cakupan sebelumnya sebanyak 3,5 juta KPM. Tahun 2018 cakupan PKH di tambah sebanyak 4 juta KPM menjadi 10 juta KPM.

Tujuan PKH diantaranya menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian KPM dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial.

Untuk mendukung terwujudnya tujuan tersebut, pada tahun 2017, Balai Besar Pendidikan dan Latihan Kesejahteraan Sosial (Babes Diklat Kessos) Regional III Yogyakarta melaksanakan Pendidikan dan Latihan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS) kepada 1.720 pendamping PKH. pada tahun 2017.

“Tanggal 12 – 28 September 2017, kami akan menyelenggarakan Diklat FDS untuk 160 orang pendamping yang berasal dari Provinsi DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur dan NTB” kata Kepala Babes Diklat Kessos Regional III Yogyakarta Sugiyanto.

“Kementerian Sosial terus berupaya untuk menyempurnakan program dengan FDS, FDS merupakan proses belajar peserta PKH berupa pemberian dan pembahasan informasi praktis yang menitik beratkan pada pendidikan, kesehatan, ekonomi, pengasuhan anak, kesejahteraan sosial yang disampaikan melalui pertemuan kelompok bulanan”, ujar Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat pada kegiatan Diklat FDS di Yogyakarta.

Pendamping merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan dan factor penentu keberhasilan FDS, sehingga diharapkan nantinya benar-benar dapat berjalan sebagaimana yang direncanakan dan diharapkan serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perubahan perilaku sehingga bisa membawa peningkatan kesejahteraan sosial bagi para KPM dampingannya

“Diharapkan sepulang dari Diklat ini Para Pendamping PKH mempraktekan pada peserta PKH secara kontinu di setiap kegiatan/pertemuan, dengan begitu maka perubahan perilaku akan berlangsung lebih cepat. Sehingga akan menghasilkan peningkatan kemampuan KPM untuk beranjak kearah peningkatan kesejahteraan sosial yang lebih baik sehingga tentu saja dapat membawa perubahan dalam kehidupan” ungkap Harry di akhir arahanya. (OHH/Linjamsos)

Penulis Berita: 
Alex
Fotografer: 
Alex