Madura- Kementerian Sosial kembali mencairkan bantuan sosial PKH kepada 350 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Pendopo Kabupaten Sampang dan 388 KPM di Patereman Modung Bangkalan Madura. Pencairan bantuan PKH tahap dua  bertepatan dengan kelulusan dan kenaikan kelas agar anak dari keluarga PKH tidak putus sekolah, karena kebutuhan untuk sekolah dapat di topang dari bantuan PKH.
 
"Ibu-ibu kalau mencairkan uang hari ini untuk apa ? tanya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kepada penerima bantuan PKH. 
"Untuk anak sekolah" jawab ibu-ibu serentak.
"Kalau butuh untuk anaknya sekolah boleh ambil semua, tapi kalau tidak, jangan diambil semua. Karena ini mau lebaran, takutnya habis ambil uang terus ke pasar turi belanja kebutuhan lebaran" papar Khofifah yang disambut gelak tawa sambil menjawab "tidak". 
 
Dalam laporanya, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial DR. Harry Hikmat menyampaikan bahwa banyak anak-anak dari keluarga PKH yang membanggakan dengan berbagai prestasi dari tingkat sekolah sampai tingkat provinsi. " Ini contoh yang baik untuk kita semua manakala kita bisa mendidik anak menjadi berhasil" ujar Harry. "Contohnya Rizki Amalia, penerima beasiswa bidik misi yang diterima di Universitas Trunojoyo" lanjut Harry.
 
Tahun 2017, Kementerian Sosial menggelontorkan bantuan sosial PKH di Kabupaten Sampang kepada sebanyak 58.864 KPM senilai Rp. 193,64 milyar dan di Kabupaten Bangkalan keoada 56.677 KPM senilai Rp.107,12 milyar. (LJS)
 
Kategori: 
Penulis Berita: 
Alex Triyono
Fotografer: 
OHH Linjamsos