BANDUNG BARAT (10 Agustus 2017) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyesalkan aksi brutal yang dilakukan siswa SD Longkewang, Sukabumi, Jawa Barat yang mengakibatkan SR (8) murid kelas II meregang nyawa.

SR meninggal dunia diduga setelah terlibat perkelahian dengan temannya, Selasa (8/8). SR diduga menjadi korban perundungan atau bullying. Tak hanya dipukul, telinga SR disumbat menggunakan keripik, dan disiram dengan minuman ringan.

“Ada unsur kelalaian yang dilakukan guru dalam kasus ini. Guru, kata dia, bukan hanya mentransformasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengajarkan etika dan adab kepada anak-anak. Karena terjadi di lingkungan sekolah maka pihak sekolah dalam hal ini guru  kelas dan kepala sekolah harus bertanggung jawab," kata Khofifah seusai pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III di Kabupaten Bandung Barat, Kamis (10/8).

Khofifah mengatakan kasus seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi jika guru lebih awas dan peka dalam memonitor sikap dan perilaku seluruh murid didiknya. Ia yakin kejadian tersebut adalah puncak konflik akibat saling ejek yang berujung dengan perkelahian.

Sekolah yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu dan pengetahuan, dimana seluruh kegiatan yang dilakukan oleh siswanya harus berada dibawah pengawasan Guru dan Kepala Sekolah namun belakangan ini banyak bermunculan kasus bullying yang dilakukan siswa disekolah membuat pertanyaan apakah sistem pembelajaran dan pengawasan disekolah yang kurang baik ataukah lingkungan diluar sekolah yang membentuk perilaku bullying marak belakangan ini.

Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi orang tua dan guru dalam mendidik anak sehingga kasus seperti ini tidak perlu terjadi lagi.

Kategori: 
Penulis Berita: 
Tyas
Fotografer: 
Irwan Susanto