Sekretariat Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin melakukan Koordinasi dan Sosialisasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Hotel Permata Hati, Kabupaten Aceh Besar Provinsi NAD, (9/6).

Acara tersebut dihadiri oleh 155 Peserta dari 2 wilayah yaitu Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar yang terdiri dari Dinas Sosial, Camat, Koordinator PKH, Operator dan Pendamping PKH serta TKSK dengan narasumber Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM), Sekretaris Ditjen PFM, Kepala Dinas Provinsi Aceh, dan Direktur Hubungan Lembaga 2 BRI.

Dalam Penjelasannya SesDitjen PFM menyatakan bahwa kegiatan ini guna menjelaskan dan memberikan informasi tentang rencana Pemerintah untuk melakukan transformasi subsidi beras sejahtera (Rastra) menjadi BPNT.

“Pada awal tahun 2017 telah ada transformasi dari Rastra menjadi BPNT di 44 Kabupaten/Kota dan apabila semua unsur siap maka BPNT akan dilaksanakan di 514 Kabupaten/Kota,” jelas Sekretaris Ditjen PFM.

Sementara Dirjen PFM, Andi ZA Dulung menyatakan bahwa ada perubahan dalam memberikan subsidi, bila dahulu subsidi diberikan dalam bentuk barang namun sekarang uang subsidi langsung diberikan kepada masyarakat secara langsung. Contoh subsidi yang diberikan berupa barang diantaranya subsidi Bahan Bakar Minyak, subsidi Rastra, subsidi Listrik, dan subsidi Gas Elpiji, namun pelaksanaannya sulit diawasi.

Dirjen PFM mencontohkan seperti isi dari tabung Gas Elpiji warna hijau yang isinya disuntik/dipindahkan ke tabung Gas Elpiji warna biru. Hal ini dilakukan karena harga gas hijau lebih murah daripada gas biru yang harganya lebih mahal.

“Oleh sebab itu melalui program BPNT pemerintah berusaha untuk memperbaiki kelemahan itu”, tambah Dirjen PFM.

UHH Setditjen PFM

Penulis Berita: 
Niken
Fotografer: 
Reygan