Bandung (14/7) Humas Ditjen Rehsos berikan Peningkatan Kapasitas Petugas Kehumasan dan Pelayanan Publik Bidang Rehabilitasi Sosial pada 39 petugas Kehumasan Balai Besar, UPT dan petugas Kehumasan Direktorat di Lingkungan Ditjen Rehsos.
Materi yang diberikan bukan sebatas teori tentang Kehumasan dan Publikasi, namun juga pedalaman tentang penggunaan kamera digital pemaksimalan smartphone sebagai alat publikasi, pengenalan penggunaan kamera di udara dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone, serta yang tidak kalah seru dan menarik adalah penulisan artikel berita serta pemublikasiannya di media mainstream dan alternatif.
"saat ini media sosial(medsos) bukan lagi media alternatif, namun medsos sudah menjadi media mainstream. Oleh karena itu website yang menjadi media utama resmi milik Kementerian, tidak akan tersebar luas informasinya jika tidak di share di media sosial. " Papar Iddy Muzayyad, Tenaga Ahli Mensos Bidang Rehsos.
Lain halnya dengan materi photografi yang disampaikan oleh Trisnadi, fotografer unggulan dari perwakilan kantor berita AP Press ini mengatakan bahwa "spot yang sama memungkinkan seseorang mendapat foto yang berbeda", Trisnadi juga menyampaikan tentang etika memotret yang harus tetap memperhatikan teman sejawat disekeliling area foto, serta posisi-posisi yang menjadikan foto itu menghasilkan gambar bagus (angle) foto.
"Drone hanyalah sebuah alat, yang menjadi gambar (foto) itu menarik tetap dari kita sebagai pilot (pengguna nya)" ujar Dudi, pelatih drone dari Komunitas Drone Bandung.
Tidak kalah menarik, Humas Rehsos juga menggandeng Tenaga Humas Pemerintah, Ria Desi Saputra menjadi pendamping peserta pelatihan Peningkatan Kualitas Tenaga Kehumasan dan Pelayanan Publik Bidang Rehabilitasi Sosial dengan memberikan tambahan pemahaman tentang cara penulisan artikel, berita dan feature yang memperkuat pemahaman di bidang jurnalistik ini.
(Ni@, Penyusun Bahan Kesos PSBN Tanmiyat)

Penulis Berita: 
Ni@
Fotografer: 
Dudi