Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi saat ini, peranan software tidak dapat dipisahkan dari pesatnya perkembangan hardware. Software dapat berperan sebagai nyawa yang berfungsi untuk mengontrol dan menggerakkan segala aktivitas dari hardware, tanpa software, hardware tidak bisa berfungsi maksimal.

“Pengembangan aplikasi data dan media informasi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, merupakan salah satu metode atau cara yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas petugas, stakeholders dan masyarakat agar mampu melaksanakan dan mengembangkan Program Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, khususnya sesuai dengan area tugas masing-masing,” jelas Bambang Sugeng, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas pada Pembukaan Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Aplikasi dan Media Informasi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas di Hotel Molvcca Jakarta (14/06/2017).

Bambang juga mengatakan bahwa, media ini merupakan terobosan baru yang lebih baik di banding dengan metode konvensional, dimana didalam teknologi ini kita dapat saling bertukar informasi serta berkonsultasi dengan praktis tanpa harus mengeluarkan anggaran lebih untuk melakukan sosialisasi dari daerah ke daerah serta memudahkan pemerintah, stake holders, dan masyarakat dalam mengakses teknologi tersebut.

Adanya mutasi dan rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah cukup mempengaruhi pelaksanaan kebijakan, program, dan kegiatan di bidang Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas sehingga kendala yang terjadi adalah kurangnya koordinasi dan sinergi program sebagai akibat distorsi informasi diantara para pihak, ujar Bambang.

Kasubdit Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual, Yanti Damayanti menambahkan “Mengacu pada UU no. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dimana masyarakat termasuk didalamnya Komunitas  Penyandang Disabilitas, menuntut haknya untuk memperoleh informasi yang terbuka dan transparan guna mendapatkan kesempatan, memberikan usulan atau saran yang telah disediakan pemerintah, dalam proses implementasi pemenuhan hak.”

“Atas dasar hal tersebut dilakukan upaya terobosan yang dapat mempersingkat dan mempercepat arus informasi yang bertujuan untuk dapat meningkatkan pemahaman dan kapasitas berbagai pihak melalui Pengembangan Aplikasi dan Media Informasi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas berbasis Teknologi Informasi, jelas Yanti.

 “Dengan adanya Aplikasi Data dan Informasi Disabilitas Berbasis Teknologi Informasi ini, diharapkan dapat mempersingkat dan mempercepat arus informasi serta meningkatkan pemahaman dan kapasitas berbagai pihak terkait isu dan perkembangan penanganan serta Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas juga sebagai sarana supervisi khususnya para petugas bidang Rehabilitasi Sosial baik di lembaga maupun di masyarakat, ujar Yanti.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari Dinsos Provinsi DKI, Dinsos Kabupaten/Kota Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, FKKADK (Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kecacatan) Kabupaten Sukabumi dan Bogor, Yayasan Bhakti Luhur, Sayap Ibu, PSBG Ciung Wanara Bogor, PSBN Tan Miyat Bekasi dan PSBRW Melati Jakarta serta peserta dari  Pusat.

Oleh : Jerry Junius Tula, S.ST

*(Pengelola Kehumasan Setditjen Rehsos)

Penulis Berita: 
Jerry
Fotografer: 
Jerry