Direktorat Pemberdayaan KAT Gelar Semiloka

Makassar (10/08/17) -Topik pentingnya keterlibatan unsur perguruan tinggi menjadi diskusi hangat dalam seminar dan lolakarya (semiloka) tentang Komunitas Adat Terpencil (KAT), di Makassar.

Tim perumus yang diketuai Prof. Supriyadi Hamdat menekankan perlunya ada keterlibatan perguruan tinggi dalam tahap Pemetaan Awal Studi Kelayakan (PASK) calon lokasi KAT.

Ramadhan Bulan Kepedulian Sosial

Oleh: Khofifah Indar Parawansa
 
Mengapa Islam mengajarkan kewajiban membayar zakat fitrah sebelum mengakhiri puasa sebulan penuh? Salah satu makna yang terkandung ialah bahwa puasa kita “tidak akan diterima” oleh Allah SWT tanpa kita melunaskan salah satu kewajiban untuk berbagi kepada sesama, tanpa kemauan untuk menyisihkan apa yang kita miliki untuk kita bagikan kepada sesama.
 

Kartu Keluarga Sejahtera, Senjata Pemerintah Digitalisasi Bantuan Sosial

Oleh : Citra Banch Saldy*
 
COBA hitung berapa kali dalam sebulan Anda pergi ke anjungan tunai mandiri (Automated Teller Machine/ATM)?. Bagi sebagian besar "Orang Kota", bolak balik ATM menjadi sebuah hal yang biasa. Boleh jadi di dalam dompet pun terisi lebih dari satu kartu ATM Bank. ATM jauh lebih praktis. Rasa-rasanya, di era yang serba praktis saat ini sulit membayangkan bagaimana hidup tanpa mesin ATM.

Meretas Ketertinggalan, Merenda Asa Suku Anak Dalam Jambi

Oleh : Citra Banch Saldy*
 
MELANGUN bagi suku Kubu, Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) yang menetap di perbatasan Provinsi Riau dan Jambi adalah pergi jauh. Melangkahkan kaki menjauh ratusan kilometer, berkelana dan tinggal di bagian hutan yang lain.
 

Wisata Kampung Topeng, Program Desaku Menanti Kota Malang

Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia melalui Ditjen Rehabilitasi Sosial, tepatnya Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTSKPO), melakukan upaya yang berkesinambungan guna mengentaskan gelandangan dan pengemis (Gepeng). Salah satu upaya tersebut adalah dengan memberdayakan eks gepeng melalui program Desaku Menanti.

Blusukan Ke Daerah, Khofifah Pilih Kursi Ekonomi

MENJADI pejabat kerap diidentikan dengan kemewahan dan sederet fasilitas VVIP.Namun anggapan tersebut ditepis oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Alih-alih duduk di kelas bisnis pesawat yang nyaman, perempuan kelahiran Surabaya, 19 Mei 1965 silam tersebut lebih suka memilih duduk di kursi ekonomi setiap kali kunjungan kerja. Kebiasaan ini bahkan menular ke semua pejabat di lingkungan Kementerian Sosial.