Glosarium Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial

Glosarium Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial


[Semuanya]


Istilah Pengertian
Abnormal Suatu kondisi (fisik dan non fisik) yang tidak sesuai dengan kondisi yang biasa atau tidak wajar berdasarkan norma yang berlaku atau perilaku yang menyimpang dari yang biasa
Activity of Daily Living (ADL) Kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh seseorang dalam penghidupannya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhannya
Adaptasi Proses penyesuaian diri seseorang dengan keadaan atau lingkungan sosial yang baru sehingga mampu bertahan hidup
Adat Kebiasaan yang diakui, dipatuhi dan dilembagakan, serta dipertahankan oleh masyarakat adat setempat secara turun temurun. (UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Papua)
Administrasi Pekerjaan Sosial 1) salah satu metode bantu dalam praktek pekerjaan sosial yang bertujuan untuk mengelola organisasi pelayanan sosial; 2) segenap proses penyelenggaraan dan pelaksanaan usaha kerja sama sekelompok orang yang terorganisasi dan terkoordinasi dengan baik, dengan menggunakan sumber fasilitas yang ada untuk memberikan pertolongan sosial kepada masyarakat (individu, kelompok, masyarakat) dapat meningkatkan fungsi sosialnya dan taraf kehidupannya
Adopsi Suatu perbuatan hukum yang mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orang tua, wali yang sah, atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak tersebut, ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkat. (PP No. 54 tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak)
Advokasi Sosial upaya memberikan pendampingan, perlindungan dan pembelaan terhadap seseorang, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat yang dilanggar haknya. (UU No.11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial)
Akreditasi Pelayanan Sosial Pengakuan terhadap suatu lembaga yang mempunyai wewenang untuk melaksanakan pelayanan sosial sesuai dengan standar atau kriteria penilaian yang sudah ditentukan
Aksesibilitas Kemudahan yang disediakan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial guna mewujudkan kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan
Aksesibilitas bagi Lanjut Usia Kemudahan untuk memperoleh dan menggunakan sarana, prasarana dan fasilitas bagi lanjut usia untuk memperlancar mobilitas lanjut usia. (PP No. 43 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia)
Aksesibilitas bagi Penyandang Cacat Kemudahan yang disediakan bagi penyandang cacat guna mewujudkan kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan. (UU No. 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, PP No. 43 tahun 1998 tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat)
Aksi Sosial Suatu gerakan atau tindakan terorganisasi yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan perubahan sosial
Aktualisasi Diri Suatu kebutuhan naluriah manusia untuk melakukan sesuatu yang terbaik dari yang dia bisa, untuk menjadi orang yang sesungguhnya, berguna dalam kehidupan masyarakat dan diakui, dihargai dan dihormati keberadaannya sesuai dengan posisi dan peranannya
Akuntabilitas Suatu keadaan, pekerjaan, tugas dan tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun secara moral
Alat Bantu Alat yang dibuat dan dipergunakan penyandang cacat untuk dapat meminimalkan hambatan yang dialami sebagai akibat kecacatannya agar dapat meningkatkan mobilitas, komunikasi dan interaksinya dalam hidup bermasyarakat secara wajar
Alat Bantu Dengar Alat elektronik yang memperkeras suara sebelum suara sampai ke telinga, yang digunakan oleh penyandang cacat rungu wicara untuk meminimalkan hambatan pendengaran yang dialaminya agar dapat meningkatkan mobilitas dan komunikasi dalam kehidupannya
Amoral Perilaku sosial yang menunjukkan pelanggaran terhadap etika dan norma sosial yang berlaku
Anak Menurut UU No. 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, adalah seseorang yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum pernah kawin; b). Menurut UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan UU No. 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan tindak pidana perdagangan orang
Anak Angkat Anak yang haknya dialihkan dari lingkungan kekuasaan keluarga orangtua, wali yang sah, atau orang lain yang bertanggungjawab atas perawatan, pendidikan, dan membesarkan anak tersebut, ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkatnya berdasarkan putusan atau penetapan pengadilan (UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak)
Anak Asuh Anak yang diasuh oleh seseorang atau lembaga, untuk diberikan bimbingan, pemeliharaan, perawatan, pendidikan, dan kesehatan, karena orang tuanya atau salah satu orang tuanya tidak mampu menjamin tumbuh kembang anak secara wajar. (UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak)
Anak Balita Anak usia 0-5 tahun, berada dalam tahap perkembangan manusia yang disebut masa emas (golden years)
Anak dengan Kecacatan Seseorang yang berusia di bawah 18 tahun yang mengalami hambatan fisik maupun mental yang menggangu tumbuh kembangnya secara wajar, sehingga memerlukan pemenuhan kebutuhan, pengembangan, dan penanganan khusus sesuai dengan kondisi dan derajat kecacatannya, yang terdiri dari penyandang cacat fisik, penyandang mental, penyandang cacat fisik dan mental
Anak dengan Orang Tua Tunggal Mereka yang hidup dengan hanya orang tua dan orang tua satunya diketahui meninggal atau tidak mampu mengasuh anak itu. (Kebijakan Pemerintah RI, tentang Anak terpisah, anak tidak terdampingi, dan anak dengan orang tua tunggal dalam keadaan darurat, 2005)
Anak Jalanan Anak yang melewatkan atau memanfaatkan sebagian besar waktunya untuk melakukan kegiatan sehari-hari di jalanan termasuk di lingkungan pasar, pertokoan dan pusat-pusat keramaian lainnya
Anak Korban Perdagangan (child trafficking ) Anak korban penipuan, pemindahtanganan dan eksploitasi untuk tujuan-tujuan tertentu yang sifatnya merugikan kepentingan anak
Anak Nakal 1). anak yang melakukan tindak pidana atau 2). anak yang melakukan perbuatan yang dinyatakan terlarang bagi anak baik menurut peraturan perundang-undangan maupun menurut peraturan hukum yang lain yang hidup dan berlaku dalam masyarak at yang bersangkutan (UU No. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak)
Anak Negara Anak yang berdasarkan putusan hakim diserahkan kepada negara untuk dididik dan ditempatkan di lapas anak paling lama berumur 18 tahun
Anak Pidana Anak yang berdasarkan putusan hakim menjalani pidana di Lapas anak paling lama sampai berumur 18 (delapan belas) tahun
Anak Putus Sekolah Anak sekolah yang gagal sebelum menyelesaikan sekolahnya tidak memiliki ijazah atau surat tanda tamat belajar
Anak Sipil Anak yang atas permintaan orang tua atau walinya memperoleh penetapan pengadilan untuk dididik di lapas anak paling lama sampai umur 18 tahun
Anak Telantar 1). Menurut UU No. 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak adalah anak yang karena suatu sebab orang tuanya melalaikan kewajibannya, sehingga kebutuhan anak tidak dapat terpenuhi secara wajar baik secara rohani, jasmani maupun sosial. 2). (UU No. 23 Tahun 2002) anak yang tidak terpenuhi kebutuhannya secara wajar, baik fisik, mental, spiritual, maupun sosial
Anak Terpisah Anak-anak yang berumur dibawah 18 tahun yang terpisah dari orang tua, atau wali sahnya, dan atau pengasuh resminya, yang diakibatkan oleh kejadian bencana
Anak Terpisah Aeseorang yang berusia 18 tahun yang terpisah dari kedua orang tua atau dari pengasuh utama menurut hukum atau adat mereka sebelumnya
Anak yang Berhadapan dengan Hukum Anak yang terpaksa berkontak dengan sistem peradilan pidana karena, 1)disangka, didakwa, atau dinyatakan terbukti bersalah melanggar hukum, atau 2)telah menjadi korban akibat perbuatan pelanggaran hukum yang dilakukan orang/kelompok orang/lembaga /negara terhadapnya atau, 3)telah melihat, mendengar, merasakan, atau mengetahui suatu peristiwa pelanggaran hukum
Anak yang Berkonflik dengan Hukum Anak yang termasuk pada kategori anak nakal, pelaku tindak pidana yang berdasarkan hasil penyelidikan/pemeriksaan aparat penegak hukum membutuhkan pembinaan di panti sosial anak
Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus Anak yang mengalami permasalahan kelangsungan hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi sebagai akibat kekurangan gizi dan tanpa perumahan yang layak, tanpa bimbingan, sakit dan tanpa perawatan medis, diperlakukan salah secara fisik, eksploitasi
Anak yang Memiliki Keunggulan Anak yang mempunyai kecerdasan luar biasa, atau memiliki potensi dan/atau bakat istimewa. (UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak)
Anak yang Mempunyai Masalah Anak yang antara lain tidak mempunyai orang tua dan terlantar, anak terlantar, anak yang tidak mampu, anak yang mengalami masalah kelakuan, dan anak cacat. (PP No. 2 Tahun 1988 tentang Usaha Kesejahteraan Anak bagi Anak yang mempunyai masalah)
Anak yang Mempunyai Masalah Anak yang antara lain tidak mempunyai orang tua dan terlantar, anak terlantar, anak yang tidak mampu, anak yang mengalami masalah kelakuan dan anak cacat. (PP No. 2 Tahun 1988 tentang Usaha Kesejahteraan Anak)
Anak yang Mengalami Masalah Kelakuan Anak yang menunjukkan tingkah laku menyimpang dari norma-norma masyarakat. (UU No. 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak)
Anak yang Menyandang Cacat Anak yang mengalami hambatan fisik dan/atau mental sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya secara wajar. (UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak)
Anak-anak tanpa Pendamping Anak-anak yang telah terpisah dari kedua orang tuanya maupun keluarga lainnya dan tidak berada dalam pengasuhan seseorang dewasa yang menurut hukum atau adat bertanggung jawab untuk mengasuhnya
Analisis Dampak Sosial Telahaan atau kajian sistematis dan komprehensif tentang kehidupan, keadaan sosial, tindakan, atau aktivitas pembangunan untuk melihat sejauh mana akibat sosial baik yang bersifat positif maupun negatif yang timbul bilamana tindakan atau aktivitas pembangunan tersebut dilakukan
Ancaman Bencana Suatu kejadian atau peristiwa yang bisa menimbulkan bencana. (UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana)
Angka Harapan Hidup (Life Expectancy) Angka rata-rata lamanya penduduk suatu kelompok atau negara untuk dapat bertahan hidup
Anti Retroviral (ARV) Obat untuk menekan jumlah virus HIV dalam darah
Anti Retroviral Therapy (ART) Sebuah terapi bagi Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) dengan mengkonsumsi ARV secara rutin dan teratur untuk seumur hidup, agar jumlah virus di dalam darah bisa ditekan hingga mencapai kondisi tidak terdeteksi oleh tes laboratorium
Anti Sosial Tindakan melawan, menentang, memusuhi atau melanggar norma hukum, adat dan agama yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat tertentu
Aquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) Kumpulan gejala penyakit yang disebabkan menurunnya/hilangnya sistem kekebalan tubuh manusia oleh karena terinfeksi virus HIV, rusaknya sistem kekebalan tubuh mengakibatkan penyakit yang tidak berbahayapun dapat berakibat fatal bagi orang yang telah terinfeksi. (Kepmensos RI No. 23/HUK/1996)
Asas Akuntabilitas Dalam setiap penyelenggaraan kesejahteraan sosial harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (UU No.11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial)
Asas Keadilan Dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial harus menekankan pada aspek pemerataan, tidak diskriminatif dan keseimbangan antara hak dan kewajiban. (UU No.11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial)
Asas Keberlanjutan Dalam menyelenggarakan kesejahteraan sosial dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga tercapai kemandirian. (UU No.11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial)
Asas Kemanfaatan Dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial harus memberi manfaat bagi peningkatan kualitas hidup warga negara. (UU No.11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial)
Asas Kemitraan Dalam menangani masalah kesejahteraan sosial diperlukan kemitraan antara pemerintah dan masyarakat, pemerintah sebagei penanggung jawab dan masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam menangani permasalahan kesejahteraan sosial dan peningkatan kesejahteraan sosial. (UU No.11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial)
Asas Kesetiakawanan Dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial harus dilandasi oleh kepedulian sosial untuk membantu orang yang membutuhkan pertolongan dengan empati dan kasih sayang. (UU No.11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial)
Asas Keterbukaan Memberikan akses yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang terkait dengan penyelenggaraan kesejahteraan sosial. (UU No.11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial)
Asas Keterpaduan Dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial harus mengintegrasikan berbagai komponen yang terkait sehingga dapat berjalan secara terkoordinir dan sinergis. (UU No.11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial)
Asas Partisipasi Dalam setiap penyelenggaraan kesejahteraan sosial harus melibatkan seluruh komponen masyarakat. (UU No.11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial)
Asas Profesionalitas Dalam setiap penyelenggaraan kesejahteraan sosial kepada masyarakat agar dilandasi dengan profesionalisme sesuai dengan lingkup tugasnya dan dilaksanakan seoptimal mungkin. (UU No.11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial)
Asertif Suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan dan dipikirkan kepada orang lain namun tetap menjaga dan menghargai perasaan pihak lain
Asesmen Proses pengungkapan dan pemahaman permasalahan, kebutuhan, dan potensi klien, serta sumber yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan klien. (Kepmensos No. 10/HUK/2007 tentang Pembinaan Teknis Jabatan Fungsional Pekerja Sosial)
Asimilasi Proses perubahan pola kebudayaan untuk menyesuaikan diri dengan mayoritas
Asistensi Sosial Bentuk perlindungan sosial yang bertujuan memberi bantuan kepada orang-orang yang mengalami kesulitan, termasuk didalamnya bantuan secara umum atau bantuan yang diberikan untuk orang-orang miskin; bantuan untuk orang-orang jompo, tuna netra, orang-orang cacat dan anak terlantar; asuhan di dalam lembaga untuk orang jompo, tuna netra dan cacat yang miskin yang tidak dapat tinggal di keluarganya
Asosial Tidak mempunyai rasa santun dalam hidup bermasyarakat hanya ingat akan keuntungan diri sendiri saja tidak mengindahkan kepentingan atau kebutuhan orang lain
Asuhan Berbagai upaya yang diberikan kepada anak yang tidak mempunyai orang tua dan telantar, anak telantar dan anak yang mengalami masalah kelakuan, yang bersifat sementara sebagai pengganti orang tua atau keluarga agar dapat tumbuh dan berkembang dengan wajar secara rohani, jasmani maupun sosial. (PP No. 2 tahun 1988 tentang Usaha Kesejahteraan Anak bagi Anak yang mempunyai Masalah)
Asuransi Kesejahteraan Sosial (ASKESOS) 1). Menurut UU Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial adalah asuransi yang secara khusus yang diberikan kepada warga negara yang tidak mampu dan tidak terakses oleh sistem asuransi sosial pada umumnya yang berbasis pada kontribusi peserta; 2). Menurut Panduan Manajemen Askesos, Dit. Jamkesos Ditjen Banjamsos Depsos RI 2007, sistem perlindungan sosial untuk memberikan jaminan pertanggungan dalam bentuk pengganti pendapatan keluarga bagi pencari nafkah utama sebagai Pekerja Mandiri dan pekerja dan pekerja di sektor informal terhadap resiko menurunnya tingkat kesejahteraan sosial akibat mendrita sakit, kecelakaan dan/atau meninggal dunia
Asuransi Sosial Mekanisme pengumpulan dana yang bersifat wajib yang berasal dari iuran guna memberikan perlindungan atas resiko sosial ekonomi yang menimpa peserta dan/atau anggota keluarganya. (UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional)
Audit Sosial Audit yang menyangkut pemantauan, penilaian dan pengukuran prestasi organisasi atau lembaga dan keterlibatannya dengan masalah-masalah sosial
Autis Suatu kondisi seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang norma. Anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitif, memiliki aktifitas dan minat yang obsesif



Istilah:   


Glosarium Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial
Copyright (C) 2009 Pusdatin Kesos
Pusdatin Kesos - Kementerian Sosial RI
Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat 10430
Page created in 0.046594 Seconds