Selasa, 9 Mei 2017 07:54:21 WIB

PENGUATAN KAPASITAS PETUGAS RUMAH PERLINDUNGAN SOSIAL ANAK

fatonah

 

OLEH : JERRY JUNIUS TULA,SST

Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) merupakan lembaga yang memberikan perlindungan sementara kepada anak yang membutuhkan perlindungan khusus dalam bentuk Save House dan Rehabilitation Center. Kebutuhan keberadaan RPSA di setiap daerah untuk merespon meningkatnya kasus anak yang membutuhkan perlindungan khusus yang setiap tahunnya menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2014 tercatat jumlah anak yang membutuhkan perlindungan khusus berjumlah 1400 kasus, tahun 2015 meningkat menjadi 1841 kasus anak.

“Pemerintah berhak melindungi anak yang membutuhkan perlindungan khusus seperti anak dalam situasi darurat, anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi ,anak tereksploitasi, yang mencakup eksploitasi ekonomi dan/atau seksual, anak yang diperdagangkan, anak yang menjadi korban penyalahgunaan Narkotika,Alkohol, Psikotropika dan Zata Adiktif lainnya (NAPZA), anak korban penculikan, , penjualan dan perdagangan, anak korban kekerasan baik fisik dan mental, anak penyandang disabilitas, serta anak korban perlakuan salah,” kata Marjuki (Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial) dihadapan peserta kegiatan Penguatan Kapasitas Petugas Rumah Perlindungan Sosial Anak di Hotel Grand Pasundan Bandung (03/05/2017). Marjuki juga menyambut positif atas kinerja para Satuan Bhakti Pekerja Sosial yang telah banyak membantu Kementerian Sosial dalam penanganan kasus-kasus permasalahan anak yang makin marak sakarang ini.

Sementara itu Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Nahar menjelaskan bahwa Kementerian Sosial RI pada tahun anggaran 2016 telah menyalurkan anggaran pembentukan RPSA di 33 provinsi melalui anggaran dekonsentrasi, dengan harapan dinas sosial di masing-masing provinsi akan membentuk RPSA baru atau mengembangkan layanan dari LKSA yang telah ada dengan kegiatan untuk penanganan Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus melalui RPSA. Hal ini untuk mengantisipasi dan menjawab kebutuhan untuk perlindungan anak yang membutuhkan perlindungan khusus, ujar Nahar.

Kasubdit Rehabilitasi Sosial Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus, Puji Astuti mengatakan Satuan Bhakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Anak (TKSA) adalah tenaga-tenaga terampil dan profesional yang ada di RPSA dalam penanganan kasus-kasus anak yang memerlukan perlindungan khusus.

“Untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan para petugas di RPSA dalam memberikan layanan dan rehabilitasi sosial kepada anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus maka Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Subdit Rehabilitasi Sosial Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus melaksanakan Kegiatan Penguatan Kapasitas bagi Petugas RPSA yang berjumlah 45 orang terdiri dari 35 orang peserta daerah dan 10 orang peserta pusat, kegiatan ini berlangsung selama 4 (empat) hari yaitu mulai dari tanggal 3 s/d 6 Mei 2017, ujar Puji Astuti. (Pengelola Kehumasan Setditjen Rehsos).

 

<>
Share

Berita Terkait : Ditjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial

 Peringatan Puncak HLUN 2017
 PENGUATAN KAPASITAS PETUGAS RUMAH PERLINDUNGAN SOSIAL ANAK
 
 4000 ANAK JALANAN DI JAKARTA DAPAT AKTA KELAHIRAN
 
Pusdatin Kesos - Kementerian Sosial RI
Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat 10430
Page created in 0.198009 Seconds