Senin, 13 Pebruari 2017 12:31:09 WIB

Perkuat Wawasan Kebangsaan, Dai se-Madura Terima Pembekalan dari MUI dan Kemensos

yanti

 

Sampang (10 Februari 2017) Sebanyak 150 Dai di Pulau Madura mendapat pembekalan wawasan kebangsaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat agar dapat menjadi landasan mereka dalam melakukan dahwah kepada masyarkat. Kegiatan berlangsung di Pendopo Kantor Bupati Sampang, Jumat, merupakan kerja sama antara Kementerian Sosial RI dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tema yang diangkat "Penguatan Peran Dai Dalam Membangun Wawasan Kebangsaan Dan Kohesifitas Sosial untuk Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)".

 

"Para Dai mendapat pembekalan wawasan kebangsaan dan materi-materi dakwah yang menyejukkan. Harapannya dalam dakwahnya, para Dai dapat membangun Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah dan Ukhuwah Insaniyah," kata Ketua Umum MUI Pusat KH. Ma''ruf Amin.

 

Ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan yang ikhlas di antara sesama muslim dan seluruh umat beragama lainnya. Ukhuwah Wathoniyah artinya persaudaraan atau kerukunan dalam bangsa dan negara. Sedangkan Ukhuwah Insaniyah yaitu persaudaraan antar sesama manusia secara keseluruhan, tanpa memandang suku, agama, ras, dan sebagainya.

 

"Dalam konteks situasi sekarang ini program ini sangat relevan dengan kebutuhan dan kondisi Madura dan Jawa Timur dimana pemangku kepentingan masyarakat yaitu ulama dan dai menjaga kedamaian dan kerukunan untuk tegaknya pemerintahan," kata Ma''ruf.

 

Sementara itu dalam pembekalan yang berlangsung selama sehari penuh ini, hadir Ketua Umum MUI Pusat KH. Ma''ruf Amin, Menteri Sosial RI yang diwakili oleh Staf Khusus Menteri Sosial Prof. Mas''ud, Wakil Bupati Sampang Abdillah Budiono, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH. Cholil Nafiz dan Ketua MUI Kabupaten Sampang.

 

Staf Khusus Menteri Sosial, Prof Mas''ud mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari MoU atau kesepahaman dan permohonan kerjasama dari MUI Pusat kepada Kementerian Sosial untuk mendukung program Keserasian Sosial dan Penguatan Kerukunan khususnya untuk Dai para Dai se-Madura. Program Keserasian Sosial merupakan bagian program yang ada di Direktorat PErlindungan dan Jaminan Sosial.

 

"Tujuan dari program tersebut adalah menciptakan tatanan kehidupan sosial yang serasi dan harmonis dilandasi oleh nilai dasar kebersamaan, toleransi, saling menghargai dan menghormati, sehingga dapat membangun, memantapkan dan mengembangkan serta memelihara kembali kehidupan bersama di antara anggota masyarakat," terang Mas''ud.

 

Selain memberikan pembekalan kepada para Dai, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan secara sombolis kepada masyarakat Kabupaten Sampang untuk tahun 2017. Bantuan terdiri dari bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebanyak 50 kelompok, total senilai Rp1.000.000.000, bantuan Keserasian Sosial untuk Desa Jrangoan Kecamatan Emben sebesar Rp109.000.000, dan bantuan unit program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Ibu Sarinten di Kabupaten Sumenep Rp15.000.000. Total bantuan yang disalurkan Kementerian Sosial mencapai Rp1.1 miliar.

 

"Pada tahun 2016 di Kabupaten Sampang, Kemensos telah menggelontorkan Rp60 miliar kepada 31.661 keluarga penerim manfaat dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Semoga bantuan-bantuan ini bermanfaat dan dapat mempercepat penanggulangan kemiskinan di wilayah Sampang," demikian Mas''ud.

 

<>
Share

Berita Terkait : Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial

 Pemberian Bantuan Sosial Non Tunai Menjadi Trend Dilakukan Oleh Kementerian Dan Lembaga
 Lamongan Menjadi Kabupaten Pertama di Indonesia Sebagai Penerima Bantuan Sosial Non Tunai PKH dan Bantuan Hibah Dalam Negeri Oleh Menteri Sosial
 Perkuat Wawasan Kebangsaan, Dai se-Madura Terima Pembekalan dari MUI dan Kemensos
 MENSOS MENDAPAT SAMBUTAN MERIAH PENERIMA MANFAAT BANSOS PKH DI AMBON
 Presiden Jokowi Menyerahkan Bantuan Sosial Nontunai PKH di Kota Ambon
Pusdatin Kesos - Kementerian Sosial RI
Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat 10430
Page created in 0.138368 Seconds