Senin, 30 Januari 2017 21:36:39 WIB

Mensos Luncurkan e-Warong dan PKH Nontunai di Jambi

nawir

 

JAMBI (27 Januari 2017) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan sebanyak 3 juta keluarga penerima manfaat PKH tahun 2017 akan menerima bansos secara nontunai. "Target tersebut merupakan perluasan dari 1,25 juta KPM yang sudah menerima nontunai tahun 2016. Saat ini total penerima bansos nontunai menjadi 3 juta KPM PKH," kata Mensos pada saat penyaluran bansos non tunai PKH sekaligus meresmikan e-Warong di Jambi, Jumat siang.

Mensos mengatakan perubahan sistem penyaluran dari tunai ke nontunai sesuai dengan arahan Presiden untuk meningkatkan layanan keuangan inklusif bagi keluarga miskin dan memperluas manfaat dari berbagai bansos, khususnya bantuan pangan melalui e-warong yang saat ini mencapai 1,4 juta keluarga.

"Untuk itu pemerintah telah menetapkan penyaluran berbagai bansos nontunai untuk penerima PKH melalui satu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang juga menjadi  kartu multifungsi," ujarnya.

Mensos mengatakan Kartu Keluarga Sejahtera yang memiliki fitur elektronik dan tabungan yang berfungsi sebagai kartu perbankan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai)/Layanan Keuangan Digital (LKD) dan digunakan sebagai media penyaluran berbagai bantuan sosial.

Kota Jambi merupakan salah satu dari 69 kota/kabupaten percontohan yang telah menerapkan bansos PKH secara non tunai. Sebanyak 8.906 KPM PKH kota Jambi  menerima KKS yang bisa digunakan sebagai ATM yang  dikeluarkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Andi Dulung mengatakan ATM KKS menjadi media bersama penyaluran berbagai program bansos secara nontunai yang dimiliki berbagai kementerian. Bansos PKH dan Bansos Pangan dari Kementerian Sosial dan LPG 3 kg bersubsidi, serta subsidi listrik dari Kementerian ESDM dapat diintegrasikan penyalurannya melalui ATM KKS.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat menambahkan keunggulan KKS adalah memiliki fitur keuangan dan fitur tabungan, sehingga dapat digunakan untuk penarikan tunai bansos PKH dan transaksi pembelian barang sebagai bantuan pangan dan selanjutnya dapat diperluas dengan LPG 3 kg dan lain- lain.

Harry mengatakan sistem uang elektronik telah diintegrasikan dengan sistem tabungan karena menggunakan sistem e-walet. Dalam satu KKS bisa dibuat berbagai e-walet yang bisa menampung berbagai jenis bansos dalam bentuk uang maupun barang.

"Secara bertahap bansos lainnya seperti bansos di bidang pendidikan, makanan bergizi, kesehatan, bansos perumahan, bansos usaha ekonomi produktif, KUR UMKM, dan lain- lain bisa terintegrasi sedemikian rupa. Begitu juga bansos dari APBD atau dari CSR dunia usaha," tambahnya.


Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI

Share

Berita Terkait : Sekretariat Jenderal

 Mensos Luncurkan e-Warong dan PKH Nontunai di Jambi
 Pemerintah Salurkan Bantuan Sosial Provinsi Jambi Rp336 miliar
 Tahun 2017, Pemerintah Tambah Alokasi Bansos untuk Jatim
 MensosĀ  ApresiasiĀ  Film Dokumenter
 PELANTIKAN PEJABAT PIMPINAN TINGGI PRATAMA DAN PEJABAT ADMINISTRASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL
Pusdatin Kesos - Kementerian Sosial RI
Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat 10430
Page created in 0.206553 Seconds