Pemberdayaan Kelembagaan Sosial Masyarakat




| PROGRAM || Program Pemberdayaan Sosial || Pemberdayaan Kelembagaan Sosial Masyarakat  |




     
 
Kelembagaan sosial masyarakat dalam konteks pembangunan kesejahteraan sosial menjadi salah satu komponen penting di samping 93 pemerintah dan dunia usaha. Kelembagaan sosial masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai agen sosialisasi perubahan terencana yang tumbuh dari masyarakat dan atau diprakarsai oleh pemerintah. Lebih dari itu, dapat berperan sebagai perekat dan penguat keberhasilan dan keberlanjutan kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan masyarakat. Dalam konteks pemberdayaan, suatu kegiatan dapat bertahan lama dan berkelanjutan apabila didukung oleh kelembagaan lokal yang berakar pada masyarakat.

 

Untuk mendukung pemberdayaan kelembagaan sosial masyarakat dalam kerangka mendukung program pemberdayaan sosial, dilakukan beberapa upaya sebagai berikut:
  1. Pemberdayaan karang taruna;
  2. Pemberdayaan organisasi sosial;
  3. Pemberdayaan pekerja sosial masyarakat;
  4. Pengembangan wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat di tingkat desa; dan
  5. Pemberdayaan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) di tingkat kecamatan;
 

Serangkaian kegiatan pemberdayaan tersebut akan memperkuat potensi sumberdaya kesejahteraan sosial dari dimensi kelembagaan sosial masyarakat. Peran karang taruna, organisasi sosial, pekerja sosial masyarakat, wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat, dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan sangat vital untuk mengoptimalkan peran serta masyarakat di tingkat lokal dan akar rumput. Untuk itu, perlu dilakukan revitalisasi terhadap kelembagaan yang telah lama eksis seperti karang taruna dan penguatan kapasitas kepada institusi yang baru tumbuh seperti TKSK.
 


 
 
 











Copyright © oleh Kementerian Sosial RI All Right Reserved.

Tampilkan di: 2011-11-11 (3132 kali dibaca)

[ Kembali ]
Content ©
Pusdatin Kesos - Kementerian Sosial RI
Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat 10430
Page created in 0.057597 Seconds