Program Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial




| PROGRAM || Program Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial |


| Pendidikan Tinggi Kesejahteraan Sosial |
| Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial |
| Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Regional (I-VI) |
| Penelitian Kebijakan Pembangunan Kesejahteraan Sosial |
| Penelitian Terapan Kebijakan Pembangunan Kesejahteraan Sosial |
| Pengembangan Sistem Informasi KesejahteraanSosial |
| Pengembangan Ketahanan Sosial Masyarakat |
| Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lain Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial |


     
 
Pembangunan kesejahteraan sosial pada dasarnya merupakan proses atau serangkaian aktivitas yang terencana dan melembaga yang ditujukan untuk meningkatkan standar dan kualitas kehidupan manusia. Merujuk pada Undang Udang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, pembangunan kesejahteraan sosial mencakup seperangkat kebijakan, program, dan kegiatan pelayanan sosial yang dilakukan melalui pendekatan rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial guna meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan terpenuhinya hak-hak dasar PMKS.

 
 
Dalam konteks pembangunan nasional, penyelenggaraan kesejahteraan sosial dapat didefinisikan sebagai kebijakan dan program yang dilakukan oleh Kementerian Sosial, dunia usaha, dan civil society untuk mengatasi masalah kesejahteraan sosia sekaligus memenuhi kebutuhan sosial PMKS melalui pendekatan pekerjaan sosial. Tujuan pembangunan kesejahteraan sosial penganggulangan kemiskinan juga diarahkan dalam rangka mengingat sebagian pesar PMKS kondisinya miskin.

 

Meskipun pembangunan kesejahteraan sosial dirancang guna memenuhi kebutuhan publik yang luas, target utamanya adalah para pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS), yaitu mereka yang mengalami hambatan dalam menjalankan fungsi sosialnya sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya yang paling mendasar dan karenanya memerlukan pelayanan kesejahteraan sosial. Orang miskin, anak-anak telantar, anak jalanan, anak/ wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, lanjut usia telantar, orang dengan HIV/AIDS (ODHA), pekerja sektor informal, pekerja industri yang tidak mendapatkan jaminan sosial, adalah beberapa contoh PPKS.

 
  Motor utama pembangunan kesejahteraan sosial adalah sumber daya manusia kesejahteraan sosial (SDMKS). Seperti dinyatakan oleh Undang Undang No. 11/2009, SDMKS terdiri atas pekerja sosial profesional, tenaga kesejahteraan sosial, relawan sosial, dan penyuluh sosial. SDMKS tersebut perlu ditingkatkan pengetahuan dan keterampilannya, demikian pula penguasaan nilai-nilai praktik pekerjaan sosial. Oleh karena itu, untuk mendukung pencapaian
program pendidikan, pelatihan, dan penelitian kesejahteraan sosial serta mendukung pencapaian visi, misi, dan tujuan Rencana Strategis Kementerian Sosial Tahun 2010-2014, Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial.

 
     











Copyright © oleh Kementerian Sosial RI All Right Reserved.

Tampilkan di: 2010-11-17 (6738 kali dibaca)

[ Kembali ]
Content ©
Pusdatin Kesos - Kementerian Sosial RI
Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat 10430
Page created in 0.054949 Seconds