PERENUNGAN DALAM BULAN LANJUT USIA TAHUN 2012






  Oleh :  Drs.Robinson W. Saragih, M.Si

  Widyaiswara Kementerian Sosial RI



Dalam rangka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) tahun 2012 mengambil 
 Tema: ‘Lanjut Usia Peduli Membangun Harmoni Tiga Generasi”. Suatu harapan yang sangat mulia apabila kita dapat mewujudkan hal tersebut, dalam kehidupan sehari-hari.. Dalam bulan lanjut usia ini, marilah kita renungkan dan kemudian merencanakan  bagaimana langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk  implementasi   tema tersebut agar Negara kita yang tercinta ini aman dan damai.

Pendahuluan

    Lanjut Usia merupakan bagian integral dari warga masyarakat Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya, di segala aspek kehidupan dan penghidupan. Lanjut Usia adalah orang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Keberadaan lanjut usia sebahagian  masih berada dilingkungan keluarga serta masih banyak dari antara mereka memberikan kontribusi dalam menunjang keberhasilan kehidupan ekonomi keluarga.

Kemajuan tehnologi mengakibatkan modernisasi kehidupan dan industrialisasi,. Komunikasi semakin cepat dan tanpa batas. Perobahan sikap hidup ‘alon alon waton kelakon’ menjadi cepat dan tepat, instant.. Persaingan hidup dan kehidupan semakin kuat. Siapa yang kuat, ulet dan mampu bersaing akan hidup. Perobahan pola kehidupan, pola pemilikan dan mata pencaharian dari agraris menjadi non agraris, dari keluagra besar menjdi keluarga batih.  Kesenjangan semakin lebar antara yang kaya dengan yang miskin. Kebutuhan hidup semakin meningkat sementara kemampuan daya beli sangat terbatas
Mobilitas sosial  masyarakat bergerak dari pedesaan kearah perkotaan, mengakibatkan adanya urbanisasi. Kehidupan diperkotaan relatif sibuk, pergi pagi pulang malam. Kemampuan ekonomi rendah, mengakibatkan fasilitas terbatas dan perumahan yang sangat sempit. Sebagai dampak pergeseran yang terjadi, nilai-nilai juga mengalami perobahan. Apa yang dianggap selama ini baik, dihormati dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, bergeser karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Orang tua harus hidup terpisah dari anak-anaknya.
Mewujudkan ‘Lanjut Usia Peduli Membangun Harmoni Tiga Generasi” menghadapi tantangan besar,  memerlukan usaha ekstra, bukan hanya dari lanjut usia itu sendiri, tetapi juga perobahan sikap dan pandangan masyarakat.

PENGENALAN TERHADAP LANJUT USIA     

    Dalam rangka perenungan bulan lanjut usia ini, perlu adanya pengenalan terhadap lanjut usia. Melalui pengenalan terhadap lanjut usia maka pelayanan atau pemberdayaan yang diberikan terhadap mereka dapat lebih proporsional. Khusus dalam implementasi Tema: ‘Lanjut Usia Peduli Membangun Harmoni Tiga Generasi” perlu dipahami beberapa hal penting  tentang lanjut usia al:

1.    Proses Penuaan/Aging

          Disadari sepenuhnya proses penuaan tidak dapat dicegah, pelan tetapi pasti akan terjadi secara alami.  Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, kita yang masih hidup akan tiba waktunya menjadi tua. Bertambahnya usia maka secara pelan-pelan juga beberapa fungsi biologis akan mengalami kemunduran.  Semakin lanjut usia, semakin besar tuntutan kebutuhan, semakin rumit permasalah yang dihadapi, baik aspek fisik  maupun   aspek non fisik.  Kedua permasalahan tersebut tumbuh kembang dalam  masyarakat yang merupakan stigma yang tidak dapat dihindari. Walaupun ada berbagai pengobatan dan supplement untuk memperlambat penuaan, tetapi proses penuaan akan tetap berjalan.
Disini diambil dua pengertian tentang ageing untuk memahaminya secara proporsional. Aging adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki/menganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides,’94) Aging merupakan proses menua/terus menerus secara alamiah, dimulai sejak lahir dan umum dialami semua mahluk hidup (Nugroho,’00)

    Dari pengertian tersebut  diatas dapat diketahui bahwa proses penuaan tidak akan dapat dihambat, karena datangnya secara alamiah, semua akan mengalami kalau masih hidup..Meskipun kemajuan tehnologi kedokteran saat ini sudah sangat maju namun formula pengobatan untuk menghilangkan  proses penuaan sampai saat ini belum ada yang ditemukan. Sehubungan dengan proses penuaan tersebut, ada mitos mengatakan bahwa lanjut usia, kemampuan daya belinya menurun tetapi untuk mempertahankan kehidupannya harus tetap bekerja dan konflik yang terjadi antar generasi, tidak akan mungkin di hindari pada saat anak-anak akan membiayai orang tua lanjut usia, karena ketidak mampuan mereka..  
 
2.    Perkembangan lanjut usia.

   Menurut WHO  batasan umur lansia dapat dibagi dalam empat kelompok :
a.    65           Middle Age
b.    65>-74 : Junior Old Age
c.    75-90 :   Old Age
d.    90- >   Very/Longevity Old Age, sementara di Indonesia batasan umur lanjut usia adalah 60 keatas.
    Keberhasilan pembangunan, kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi membawa perbaikan dalam berbagai aspek kehidupan akibatnya kualitas hidup manusia semakin baik.,Kesejahteraan sosial masyarakat semakin meningkat,  menurunnya mortalitas bayi  dan anak,  metode persalinan yang baik, turunnya angka kematian, kemajuan diagnostik dan terapi, perbaikan gizi  dan sanitasi serta  meningkatnya pengawasan penyakit infeksi.  Akhirnya jumlah  lanjut usia semakin bertambah dari tahun ketahun.
      Disini dapat dilihat gambaran tentang perkembangan populasi lanjut usia. Pada tahun 1971 jumlah lanjut usia baru 5,3 juta jiwa, tahun 1995 berjumlah12,7 juta,  tahun 2003 berjumlah 16,1 juta jiwa, tahun 2004 berjumlah 17,7 juta jiwa, pada tahun 2010 sudah mencapai 18,04 juta jiwa  dan diperkirakan pada tahun 2020 sebesar 30 juta jiwa. Pertambahan jumlah lansia sejalan dengan bertambahnya harapan usia hidup manusia, pada tahun 1992  pada angka 61,3; tahun 2000  berada pada angka 64,05; tahun 2010 pada angka 70,4.

3.    Penghargaan Terhadap Lanjut Usia.

Penghargaan terhadap lanjut usia merupakan perhatian khusus dunia, hal tersebut dapat dilihat, melalui resolusi PBB.  yakni UN – Resolutions No. 045/026 tahun 1991 tentang International Day for the Elderly pada tanggal 1 Oktober setiap tahun, berdasarkan rekomendasi Vienna International Plan of Action on Ageing. Sebagai tindak lanjut dari resolusi PBB tersebut pada tanggal 29 Mei 1996,  Presiden Suharto menetapkan dan mencanangkan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Semarang dengan selogan  “Tua Berguna dan Berkualitas”  
Latar belakang ditetapkannya tanggal 29 Mei sebagai HLUN diilhami dari sidang pertama BPUPKI  tanggal 29 Mei 1945 yang dipimpin oleh Dr. KRT. Radjiman Widiodiningrat (wakil paling tua/sepuh). Pada sidang tersebut dengan kearifannya beliau mengemukakan ide perlunya suatu ”Dasar Filosofi Negara Indonesia”.
Tujuan diselenggarakannya HLUN adalah untuk melembagakan nilai-nilai sosial masyarakat agar selalu menghargai keberadaan lanjut usia. Mewujudnya dan meningkatnya kesadaran para lanjut usia, keluarga dan masyarakat akan arti pentingnya makna kehidupan berbangsa dan bernegara melalui berbagai kegiatan terpadu antara masyarakat dan pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas kesejahteraan lanjut usia.     

Penghargaan kepada lanjut usia tahun 2012 diadakan kegiatan “Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2012”  selama satu bulan antara 15 hari sebelum dan 15 sesudah tanggal 29 Mei 2012. (15 Mei sd. 15 Juni). Masa satu bulan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Tahun 2012 disebut sebagai  “ Bulan Lanjut Usia“  Puncak acara diadakan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional dengan Tema “Lanjut Usia Peduli Membagun Harmoni Tiga Generasi”. Tema ini mengandung arti; Pertama, para lanjut usia peduli terhadap sesama lanjut usia dimana lansia yang punya kemampuan membantu sesama lansia yang mengalami kekurangan, Kedua lansia peduli terhadap keluarganya, dimana lanjut usia menjadi panutan keluarga bagi anak-anak dan cucu-cucunya. Ketiga lansia peduli terhadap lingkungan masyarakat sekitarnya dimana lansia menjadi tokoh panutan dalam masyarakat karena keahlian, pengalaman dan kearifannya.(Press Release HLUN 2012)

TANTANGAN DALAM IMPLEMENTASI TEMA


 Merupakan harapan dan penghargaan kepada lanjut usia untuk mewujudkan tema “Lanjut Usia Peduli Membagun Harmoni Tiga Generasi”..Kalau dilihat dari kenyataan saat ini, semakin maju suatu Negara peran budaya semakin hilang. Di Negara Negara sedang berkembang seperti Indonesia nilai-nilai tradisional mulai menyusut.  Unsur umur yang selama ini dalam masyarakat dianggap penting mulai memudar. Lanjut usia tidak dianggap lagi sebagai tokoh, sebagai kepala keluarga, sumber penerus pengetahuan kepada anak cucu, Lanjut usia tidak lagi merupakan penentu  utama dalam status, tradisi, pandangan hidup dan perkembangan keturunannya. Nilai nilai yang mulai dianut saat ini berorientasi kemasadepan. Status seseorang bukan karena orang tua, tetapi ditentukan oleh pencapaiannya. Ketergantungan ekonomi antara anak dengan orang tua semakin berkurang. Pendidikan dan pengetahuan merupakan satu factor yang sangat penting untuk memperbaiki status. Etos kerja merupakan suatu keharusan untuk mencapai prestasi. Globalisasi tanpa batas, sifat   idividualistis semakin mengemuka, hidup penuh sandiwara, rasa persaudaraan   tampak semu, kasih sesama mulai hambar.

Kalau di hubungkan dengan Activity theory mengatakan ”that successful aging means keeping active, extending middle age years and activities, and remaining  socially and emotionally involved (Maddox,1963;  Crandal, 1980)  Sejalan dengan teori diatas maka perlu adanya kegiatan lanjut usia, agar mereka dapat merasa bahwa mereka masih berguna dan berharga bagi orang lain. Berilah kesempatan kepada lanjut usia untuk berkarya sesuai dengan talenta yang mereka miliki.

Bangsa yang berbudi luhur adalah bangsa yang solider terhadap sesama dan hormat kepada lanjut usia. Dalam  “ Bulan Lanjut Usia“ ini marilah kita mencari dan memaknai peran lanjut usia yang sangat bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat. Mereka masih mempunyai nilai-nilai luhur dan kearifan yang tidak dimiliki orang lain, yang perlu diwariskan pada bangsa Indonesia, yang sedang mengalami perobahan. Selamat  ”Bulan Lanjut Usia“, Bravo Lanjut Usia.
          
                                                                     


      Jakarta, 9 Juni 2012

                                                                                    Penulis



                                                                   Drs.Robinson W. Saragih, M.Si

                                                                 Widyaiswara Kementerian Sosial RI








Copyright © oleh Kementerian Sosial RI All Right Reserved.

Tampilkan di: 2012-06-12 (5183 kali dibaca)

[ Kembali ]
Content ©
Pusdatin Kesos - Kementerian Sosial RI
Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta Pusat 10430
Page created in 0.065938 Seconds